Indonesia-MalayaSia dan laskar merah putih.

12.6.09

Ganyang Malayasia, perlukah?

Belum lama kita simak pemberitaan kasus penyiksaan yang menimpa model cantik manohara. disusul dengan kasus ambalat dan kini penyiksaan TKW asal garut Sitihajar yang diperlakukan biadab oleh majikannya di negeri jiran sana.

ada apa dengan indonesia?
lemahkah indonesia di mata dunia luar?

atau biadabkah bangsa malaysia?

Baca aja nih berita dari Tempo

TEMPO Interaktif, Garut: Kerabat Siti Hajar, pembantu rumah tangga yang disiksa majikannya di Malaysia, segera bertolak ke Kuala Lumpur untuk menemuinya. Siti Hajar masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit akibat luka parah di sekujur tubuh. Nani Suryani, 43 tahun, yang akan terbang ke Malaysia . “Saat ini kami sedang mengurus persyaratan dan paspornya,” ujar Syamsul Rizal, 37 tahun, kerabat dekat korban, Rabu (10/6).

Menurutnya, keberangkatan kakak Siti ini difasilitasi Perusahaan Jasa Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia PT Mangga Dua Jakarta, yang memberangkatkan Siti Hajar ke Malaysia. Biaya keberangkatan dan kepulangan Nani sepenuhnya ditanggung perusahan tersebut. Keluarga hanya diminta persyaratan administrasi keberangkatan saja.

Kasus penyiksaan Siti terbilang sangat kejam. Selain disiram dengan air panas, Siti juga dipukuli hingga babak belur. Janda dua anak itu juga tidak dibayar selama 34 bulan. Sehingga kedua anaknya yang sekolah praktis tak pernah mendapat kiriman uang. Penyiksa Siti, Michel ditahan polisi setempat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut minta pemerintah memperjuangkan nasib Siti Hajar di Malaysia. “Ini bagian dari kewajiban pemerintah melindungi warga negaranya,” ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut Ahab Sihabudin.

Dia menilai, perlindungan pemerintah terhadap tenaga kerja Indonesia masih lemah. Hal itu dilihat dari banyaknya kasus penganiayaan. Ada kasus yang tidak ditindaklanjuti secara hukum. Selain itu, pemerintah kurang memperhatikan kualitas tenaga kerja yang dikirimkan ke luar negeri.

Wakil Bupati Garut Dicky Candra berjanji membantu menuntaskan kasus yang menimpa Siti Hajar. Saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data dan informasi terkait Siti Hajar. Data tersebut selanjutnya akan dikaji untuk memperjuangkan Siti.

Dan kemanakah laskar merah putih, yang begitu gagah berani mengerahkan segala kekuatan yang ada untuk mendukung manohara.

belum kelihatan,.......

Misteri SEO?

8.6.09

Google, siapa tidak mengenalnya? 85% pengunjung Web/Blog memanfaatkan kelihaiannya dalam mencari data, produck, jasa, informasi atau apapun yang di miliki web/blog. tapi sayang nya lebih dari satu milyard web/blog yang ada di jagat maya ini. jadi apakah web/blog anda ditampilkan di halaman pertama Kang Google?
Jangan Khawatir ada kok solusinya bagaimana agar web/blog anda bisa ditampilkan di halaman pertama Kang Google. yaitu dengan Search Engine Optomization atau lebih di kenal dengan istilah SEO. ada berbagai cara atau trik yang di gunakan oleh para pakar SEO untuk menjadikan web/blog anda ada di halaman pertama Kang Google.


Yang pertama "On Page"
Yaitu optimasi yang dilakukan di dalam page web/blog kita. ini di fungsikan agar web/blog kita gaul sama Kang Google, friendly gituh. ini berhubungan dengan kode-kode html.dan bagian mana aja yang harus di optimization?

Yang ke dua "Off page"
Yaitu optimasi yang di lakukan di luar Page web/blog kita. ini biasanya yang paling klasik adalh Add Url atau mendaftarkan url web.blog kita ke Search Engine seperti :

Google: http://www.google.com/addurl
Yahoo: http://submit.search.yahoo.com
MSN/Live : http://search.msn.com.sg/docs/submit.aspx

Tapi ternyata daftar search engine itu tidak cuma ketiga alamat itu saja jumlah nya ada ratusan semakin banyak semakin baik. pegel juga sih kalo harus daftar ke ratusan search engine sendirian dan entah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan submit ke searck engin aja.

Tapi tenang aja ada yang mau bantuin kok untuk submit ke search engine.

yaitu: www.seocamp.web.id anda bisa mengunakan jasa seo camp untuk melakukan submit ke search engine.

selain itu anda juga harus mendapatkan link balik dari web/blog orang lain, dengan cara bertukar link.

dan masih ada lagi pekerjaan rumah kita. tapi nanti kita bahas lagi. ok

Kasus Ibu Prita dan kebebasan berpendapat

Prita Mulyasari cuma seorang konsumen biasa. Suatu hari, ia merasa kedaulatannya dicederai saat menjadi pasien di RS Omni Internasional, Serpong, Tangerang, Banten. Maka, pada akhir Agustus 2008, ia menulis surat elektronik ke sejumlah teman. Intinya, ia mengabarkan, kondisi yang tak kunjung membaik membuatnya memutuskan untuk beralih ke rumah sakit lain. Untuk itu, ia meminta rekam medis miliknya sendiri. Masalahnya, Omni tak bersedia mengeluarkan.

Surat yang sejatinya lumrah dikirim konsumen yang tidak puas. Tak dinyana, surat itu, menyebar luas. Termasuk, menjadi surat pembaca di media massa. Manajemen Omni tak terima. Namun, alih-alih menyusun data dan keterangan tandingan, pihak Omni berkeputusan untuk menyeret kasus ini ke ranah hukum.

Tak tanggung-tanggung, Prita dikejar di dua lini: perdata dan pidana. Dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri Tangerang, Prita kalah. Prita dihukum membayar kerugian material sebesar Rp 161 juta sebagai pengganti uang klarifikasi di koran nasional dan Rp 100 juta untuk kerugian immaterial.

Akan halnya perkara pidana, nasib ibu dua anak itu jauh lebih tragis. Sejak 13 Mei 2009, sebagai tersangka, Prita ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tangerang. Pihak kejaksaan menyasar Prita dengan Pasal 27 UU Informasi dan Transaksi Elektronik tentang pencemaran nama baik. Sidang perdana digelar, Kamis (4/6) lalu.

Menurut pihak Omni, melalui kuasa hukumnya Risma Situmorang, sejak awal hingga sekarang, pihak rumah sakit membuka pintu maaf kepada Prita dan berharap agar permasalahan ini tak sampai diselesaikan melalui jalur hukum. "Kami cuma ingin Prita mengakui apa yang ditulisnya tidak benar," katanya.

Namun, kata Risma, pihak Prita tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. "Karena itu, kami dan para dokter terpaksa menempuh jalur hukum untuk membuktikan tuduhan tersebut tidak benar," ujarnya. .

Kasus ini menghebohkan, menjadi buah bibir sejak istana hingga warung kopi. Tak pelak, pemantik utama adalah penyikapan Omni terhadap keluhan itu. Nasib Prita berbeda bak langit dan bumi dengan Jeff Jarvis.Suatu hari, penulis buku What Would Google Do? Inimembeli laptop Dell. Ternyata laptop ini bermasalah. Tapi, usai dibawa ke pihak Dell, Laptop itu tak kunjung bugar. Dalam keadaan frustasi, Jarvis memuat tulisan di blognya pada Juni 2005, dengan judul "DELL SUCKS".

Keluhan ini disambut meriah kalangan blogger. Ratusan komentar bermunculan. Tulisan itu juga disebarkan ke blog-blog lain. Dengan cepat reputasi Dell merosot, apalagi ketika media mainstream ikut juga memberitakan. Bahkan, nilai saham Dell di bursa ikut-ikutan anjlok.

Dell tak punya pilihan. Beberapa bulan kemudian, produsen itu mulai berubah pikiran. Pada April 2006, produsen itu menurunkan staf technical support-nya untuk berkomunikasi dengan kalangan blogger.Pada Juli 2006, Dell bahkan membangun blog sendiri, ajang keluh-kesah ataupun pujian bagi produk mereka. Mereka menanggapi setiap posting atau komentar dengan pendekatan yang positif, mau mendengarkan. Dell menjadikan para pelanggan sebagai sahabat yang bisa mengkritik kapan saja. Nama baik perusahaan tersebut akhirnya pulih seperti sediakala.

Dunia memang sudah berubah. Dengan cara-cara baru, para konsumen menyusun posisi diri yang baru. Ini semua dipicu revolusi di bidang teknologi informasi. Kontrol informasi sudah mulai bergeser ke tangan publik secara langsung, bukan lagi di genggaman media massa konvensional. Para konsumen menyebarkan informasi melalui blog, milis, situs jejaring sosial, maupun forum di jagat maya. Dulu, konsumen harus menunggu berminggu-minggu, sebelum protesnya dimuat dirubrik surat pembaca. Kini, hanya dalam hitungan menit, protes (atau boleh jadi pujian) itu bisa menyebar tanpa batas, ke seluruh pelosok dunia. Para pakar pemasaran menamakannya consumer generated media (CGM).

Menurut Amalia Maulana, seorang konsultan merek, CGM adalah fenomena baru yang harus disikapi dengan bijak oleh perusahaan dan pengelola merek. Sebelum kecenderungan ini menguat, umumnya semua berita – baik dan buruk – dikendalikan jurnalis di media formal. Karena itu, fungsi manajer humas di perusahaan dianggap sangat sentral dalam membina hubungan baik dengan jurnalis.

Kini, aliran berita yang lebih dahsyat bukan berada lagi di tangan para jurnalis media formal, melainkan di tangan konsumen. “Kelebihan utama CGM adalah dari sisi kredibilitasnya yang tinggi di mata audiens; berbeda dari tulisan di media formal yang sering dipersepsikan berpihak pada kepentingan tertentu,” tulisnya di sebuah majalah bisnis.

Dari sisi hukum, konsumen seperti Prita juga punya tameng tebal. Adalah terang-benderang bahwa keluhan Prita tersebut merupakan hak konsumen yang dijamin oleh UU Perlindungan Konsumen. Selain itu, berdasarkan UU Praktek Kedokteran dan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Rekam Medis, pasien berhak untuk meminta rekam medis.

Pakar Online Public Relation Nukman Luthfie menyatakan, pendekatan terbaik saat ini adalah pendekatan komunikasi. Jika bersikukuh dengan pendekatan hukum saja dan kuasa hukum menjadi juru bicara seperti selama ini, perlawanan publik akan semakin kuat. “Ujung-ujungnya, citra perusahaan semakin ambruk, yang berpotensi memperburuk kinerja perusahaan, termasuk menurunnya jumlah pasien dan income perusahaan,” tulis Nukman di situs pribadinya.

Perlawanan publik memang luar biasa. Halaman khusus di situs jejaring Facebook yang mendesak pembebasan Prita dari jeratan hukum telah didukung lebih dari 180 ribu orang. Padahal, umur halaman itu belum lagi sepekan.

Nasi sudah menjadi bubur. Agak terlambat buat Omni untuk balik badan. Tapi, bukan tak ada kans sama sekali. Buat kalangan produsen, ini adalah pelajaran yang sangat berharga soal memosisikan para konsumen secara setara. Bagi kaum konsumen, inilah momentum yang kian menyadarkan diri: mereka punya kedaulatan.

sumber : liputan6.com

Naga Bonar Jadi Persiden???

28.2.09


Mungkin gak sih, Naga Bonar Jadi persiden????

Majunya aktor senior Deddy Mizwar pada bursa pencalonan presiden terus memunculkan pendapat sejumlah kalangan. Tak terkecuali petinggi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid.

Dia berdoa agar pemain Naga Bonar itu mendapat dukungan cukup untuk maju manjadi calon presiden dari partai-partai gurem yang mendukungnya.

"Saya doakan agar beliau dapat dukungan itu. Karena beliau orang yang berprestasi dan indah juga kalau indonesia punya presiden seperti itu," ujar anggota Majelis Syuro PKS itu di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, (25/2/2009).


Namun, pria yang namanya melambung lewat film ?Kiamat Sudah Dekat' itu harus melewati tantangan demi tantangan di dunia politik. "Beliau harus lebih bekerja keras lagi," tambahnya.

Hidayat menambahkan majunya Deddy Mizwar dinilai sebuah yang wajar untuk berpartisipasi dalam demokrasi.

"Beliau boleh-boleh saja mencalonkan diri jadi Capres, tapi bisa diproses atau tidaknya tergantung dengan apakah beliau bisa melobi partai-partai politik yang bisa memenuhi batas 20 persen kursi dan 25 persen suara," pungkasnya.

bagai man menurut anda???